BERTAUBAT
Malam kelam membayang mengusik tidur si pendosa hari
Malaikat maut seakan melambaikan tangan dari kegelapan
Aku terjaga sendirian merasakan ribuan dosa membasahi tubuhku
Larut berjabat tangan bersama penyesalan meneteskan air mata darah dan nanah
Menengadahkan tangan merayu sang khalik agar menyisihkan satu pintu ampunan
Tubuh yang berbau amis berlumur dosa duduk menunduk di sajadah
Tertegun malu meneteskan kehinaan di atas kesucian
Melamar kematian bukanlah harapan si pendosa
Bergetar gemetar tangan meraih iba Sang Khalik
Menghapuskan dosa yang telah tertulis di lembaran kertas putih
Menghanyutkan kertas remuk yang diremas zaman kehinaan
No comments:
Post a Comment